Jumat, 12 Oktober 2012

0 Proyek Air Bersih di Sumba Timur Mubazir

Laporan Wartawan Pos Kupang, John Taena

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU -- Proyek pembangunan sarana air bersih di Desa Kombapari, Kecamatan Katalahamulingu, Kabupaten Sumba Timur, mubazir. Pasalnya, sejak tahun 2006 hingga saat ini tidak ada perawatan dan tidak berfungsi sama sekali. Selain itu, pihak pemerintah kabupaten (pemkab) setempat tidak mengindahkan keluhan dari warga yang melaporan kerusakan tersebut.

Kepada Pos Kupang, di kediamannya, Rabu (10/10/2012), Kepala Desa (kades) Kombapari, Kananding Hamakonda (42), mengatakan, proyek pembangunan sarana air bersih di lokasi tersebut dikerjakan pada tahun 2006. Usai dikerjakan, katanya, proyek sarana air bersih tersebut hanya dua kali digunakan oleh warga. "Setelah itu rusak dan sampai sekarang tidak bermanfaat lagi," katanya.

Sambungan as dinamo, lanjutnya, mengalami kerusakan dan patah. Akibatnya, mesin pemompa air dari sumber mata air untuk dialirkan menuju reservoir tidak bisa dioperasikan. Selain itu,  katanya, pihak aparatur pemerintah desa setempat juga telah menyampaikan kerusakan tersebut ke pemkab melalui isntansi terkait. Namun hingga saat, keluhan warga tersebut tidak di respon oleh pihak pemerintah. "Lapor ke dinas PU untuk perbaiki itu sudah berulang kali tapi tidak ada tanggapan," jelasnya.

Setiap tahun itu ketika memasuki musim kemarau yakni bulan Juni, jelasnya, kurang lebih 745 jiwa yang dari sekitar 169 kepala keluarga (KK) di desa itu selalu mengalami kekurangan air bersih. Kebutuhan air bersih, biasanya dipenuhi dengan menimba air di sumber mata air yang berjarak sekitar 10 kilometer dari pemukiman penduduk. "Sumber mata air itu ada di kali. Kalau mau dibilang proyek sarana air bersih itu mubazir karena tidak ada manfaat selama sekian tahun ini," jelasnya.

Tidak adanya respon baik dari pemkab dalam memperhatikan kebutuhan air bersih tersebut, lanjutnya, menyebabkan warga setempat menjadi kesal. Alasanya, hampir setiap tahun warga mengeluh dan memimnta pemerintah agar segera melakukan perbaikan terhadap kerusakan pada sambungan as dynamo star yang patah tersebut.

"Air bersih itu sudah menjadi persoalan klasik. Kalau proyek air bersih itu memang mubazir karena tidak pernah dinikamti sama sekali manfaatnya oleh masyarakat. Seharusnya kebutuhan masyarakat yang setiap tahun mengeluh itu diperhatikan," ujar salah satu anggota DPRD Sumba Timur yang berasal dari daerah pemelihan (Dapil) setempat, Anton Djuka.

Dia menilai, proyek pembangunan sarana air bersih di lokasi tersebut oleh pihak pemerintah mubazir. Alasanya, sejak dibangun hingga saat ini manfaat dari proyek tersebut tidak dinikmati manfaatnya. Selain itu, keluhan warga akan masalah kekurangan air bersih sebagai sasaran dari proyek tersebut tidak diatasi. "Pemerintah seharusnya memiliki perencanaan yang matang sebelum melakukan pembangunan. Proyek air bersih di Kombapari itu kan hanya buang - buang uang," ketusnya.

Editor : sipri_seko
sumber : pos kupang

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Sumba timur bercerita Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates